Kisah Sedih Dari Makhluk Allah

Written By puterablog1malaysia on Sunday | 5:28 AM


Bismillaahir rohmanir rohiim. Assalamu'alaykum warohmatullahi wa barokaatuh.

Saudara-saudariku tercinta yang dirahmati oleh Allah ta'ala ...

Sesungguhnya seluruh makhluk ciptaan Allah ta'ala itu, pasti akan dihimpun kembali oleh Allah pada 'yaumul qiyamah' nanti. Binatang, tumbuh-tumbuhan, sehingga makhluk ghaib yang tidak tertangkap oleh indera kita sekali pun, juga merupakan makhluk-Nya yang berkaum-kaum dan umat sebagaimana kita selaku manusia. Untuk itu marilah kita saksikan firman Allah ta'ala yang menyebutkan perihal ini:

"Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiada Kami tinggalkan sesuatu pun di dalam Al-Kitab, kemudian kepada Allah mereka dihimpunkan. "(Al-An'aam {6}: 38).

Oleh kerana mereka juga umat seperti kita, maka (semisal) binatang, tentu di antara mereka juga terdapat naluri rasa kasih dan sayang, dan saling mencintai di antara sesama jenis atau kaumnya. Begitu juga sebaliknya, boleh jadi mereka saling membenci bahkan saling membunuh! : '(Maka sebagai makhluk (sejenis) yang bersaudara, tentu saja kita ingin mengetahui "kesamaan" kita dengan binatang, dalam hal peranan cinta dan kasih sayang di antaranya.

Untuk itu duhai saudara-saudariku tersayang, saksikanlah adegan-adegan gambar berikut ini ...


Tampak seekor burung betina terseok-seok di sebuah jalan raya. Boleh jadi ia sakit, sehingga tidak mampu mengepakkan sayapnya untuk terbang. "Ooh ... kemanakah engkau mencari makanan wahai suamiku .." katanya lirih ~ ~ ~


"Istriku, maafkan aku telah membuatmu lama menunggu. Sekarang makanlah ini dulu, semoga dapat menguatkanmu, dan kamu dapat terbang agar kita akan pulang .. "ajak sang suami kepada isterinya, dan berusaha menyuapi makanan yang di bawanya. Namun keadaan sang isteri kian lemah, semakin lemah, lalu terbaring ...


"Wahai isteriku, mengapa engkau tak memakan makanan yang aku suapi? Dan mengapa pula engkau tidur di jalanan ini? Ayolah isteriku, mari kita pulang ... "Si suami pun berusaha mengangkat tubuh isterinya yang sudah terkulai dan tidak bergerak lagi ....


Mendapati isterinya yang sudah tidak bergerak dan terbujur kaku, barulah sang suami menyedari bahawa isterinya ... telah mati! "Istriku ... bangunlah, bangunlah sayang ... Jangan engkau tinggalkan aku seperti ini ..." jerit sang suami ....


“Yaa Allaah… hidupkanlah kembali istriku yaa Allah, hidupkanlah kembali yaa Allah…” ratap sang suami memohon kepada Rabb-nya.


Namun akhirnya suami burung itu menyedari, bahawa pertemuan, jodoh, rezeki, dan maut merupakan kehendak dan ketentuan dari Allah subhanahu wa ta'ala. Maka sang suami pun akhirnya pasrah dan berdoa ... "Ya Allah, bila ini sudah menjadi ketentuanmu, maka aku ikhlas. Ampunilah kesalahan dan dosa yang pernah dilakukan oleh isteriku, dan tempatkanlah ia di sisi-Mu yang terbaik. Yaa Allah, bila engkau mengizinkannya, pertemukan dan satukanlah kami kembali di Jannah-Mu. Sungguh aku mencintainya kerana-Mu yaa Allah, maka dengarlah permohonanku ini. Inna lillaahi wa inna illaaihi rooji'uun ... "

Wahai saudara-saudariku yang semestinya saling mencintai kerana Allah ...

Tidakkah engkau merasa malu ketika mendapati kewujudan suatu umat, di mana mereka sesungguhnya tidak mempunyai akal, namun hanya dengan menggunakan nalurinya saja, mereka mampu bersaudara dan saling mencintai di antaranya ...!?

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman: "Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (dienul) Allah, janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu kerana nikmat Allah, orang-orang Islam yang bersaudara dan kamu dahulu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, supaya kamu mendapat petunjuk. "(QS. Ali Imran {3}: 103).

Wahai hamba Allah yang semestinya bersaudara, hentikanlah permusuhan sesama. Jadikanlah perbezaan dan khilafiyah itu, sebagai rahmat yang memang ditakdirkan oleh Allah ta'ala untuk kita. Maka yakinlah wahai saudara-saudariku tersayang, bahawa Ukhuwah Islamiyah dan rapatnya barisan umat, merupakan KEMENANGAN Dien Islam yang sesungguhnya.

Yaa Allah, saksikanlah ... ^ _ ^,

Billaahi taufik wal hidayah,

Wassalamu'alaykum wr.wb.


0 Rakyat Bersuara:

Post a Comment

Recommend on Google